PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF DENGAN CARA STEK

unej

 PERBANYAKAN TANAMAN SECARA VEGETATIF

DENGAN CARA STEK

MAKALAH 

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk menempuh

Matakuliah Bahasa Indonesia 

Oleh 

Siti Nurjanah Purnama Sari

NIM 121710201045

 

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS JEMBER

2012


PRAKATA

            Puji syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif dengan Cara Setek ” ini dapat diselesaikan sesuai dengan rencana. Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menempuh Matakuliah Bahasa Indonesia pada Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. Makalah ini memberikan gambaran tentang bagaimana cara memperbanyak tanaman dengan cara setek.

Dalam penulisan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dra. A. Erna Rochiyati S., M. Hum selaku Dosen Pembimbing Matakuliah Bahasa Indonesia Universitas Jember yang telah membantu dan membimbing Penulis. Dan teman – teman satu kelas TEP-A 2012 yang telah mengkonstribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan Makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belum semuanya sempurna. Untuk itu, Penulis sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan pada Makalah yang akan datang. Semoga Makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Jember, Desember 2012                                                                                                                       Penulis


BAB 1. PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan tanaman dengan cara generatif ini hasilnya kurang memuaskan karena tanaman yang tumbuh kurang seragam akibatnya mempengaruhi pada hasil produksi. Oleh karena itu banyak orang menggunakan perbanyakan tanaman secara vegetatif agar memperoleh tanaman yang umur, jenis, dan sifatnya sama dengan induknya.

Perbanyakan tanaman secara vegetatif ini banyak dilakukan dengan berbagai cara yaitu cangkok, setek, okulasi, dan sambungan. Dari berbagai cara diatas cara seteklah yang paling efektif dalam perbanyakan tanaman secara vegetatif. Menurut Prastowo et al (2006:31), setek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru. Keuntungan utama setek yaitu dapat menghasilkan tanaman baru dengan mempunyai akar, batang, dan daun dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, cara setek ini cukup mudah dilakukan karena tidak menggunakan teknik-teknik khusus dibandingkan dengan perbanyakan tanaman secara vegetatif yang lain.

1.2 Rumusan Masalah

            Dari latar belakang diatas muncul masalah-masalah yang Penulis rumuskan sebagai berikut.

  1. Bagaimana cara perbanyakan tanamana secara vegetatif dengan cara setek?
  2. Bagaimana kekurangan dan kelebihan dari tanaman yang dihasilkan dengan cara setek?

1.3 Tujuan dan Manfaat

            Dari latar belakang dan rumusan masalah diatas Penulis dapat memberikan tujuan dan manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah ini. Adapun tujuan dan manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut.

1.3.1 Tujuan

Tujuan Penulis dari karya tulis ilmiah ini yaitu sebagai berikut:

  1. menjelaskan cara perbanyakan tanamana secara vegetatif dengan cara setek.
  2. menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari tanaman yang dihasilkan dengan cara setek.

1.3.2 Manfaat

Manfaat dari penulisan karya ilmiah ini bagi para pembaca adalah sebagai berikut:

  1. pembaca dapat mengerti tentang perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara setek.
  2. pembaca dapat mengaplikasikan perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara setek dalam kehidupan sehari-hari.

BAB 2. LANDASAN TEORI

 

2.1 Pengertian Setek

Berikut ini adalah pengertian tentang setek menurut para ahli yaitu sebagai berikut.

  • Menurut Widiarsih et al (2008), setek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru.
  • Menurut Wudianto (1987:46-47), setek sebagai suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian dari tanaman (akar, batang, daun, dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar.
  • Setek berasal dari stuk (bahasa belanda) cuttange (bahasa inggris) yang artinya potongan. Sesuai dengan namanya, perbanyakan ini dilakukan dengan menanam potongan pohon induk ke dalam media agar tumbuh menjadi tanaman baru (Redaksi Agromedia, 2007:47).
  • Menurut Denisen (dalam Kurniatusolihat, 2009), stek adalah pemotongan atau pemisahan bagian dari tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian tersebut membentuk akar.
  • Menurut Prastowo et al (2006:31), setek (cutting atau stuk) atau potongan adalah menumbuhkan bagian atau potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru.

           Dari pengertian setek menurut beberapa ahli diatas Penulis dapat menyimpulkan bahwa setek adalah cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan melakukan pemotongan pada bagian tubuh tanaman (akar, batang, dan daun,) induk untuk memperoleh tanaman baru yang mempunyai sifat sama dengan induknya baik umur, sifat, dan jenisnya tanpa menggunakan teknik-teknik tertentu dalam pengaplikasiannya.

2.2 Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Setek

            Menurut Widiarsih et al (2008), faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik.  Jenis tanaman yang berbeda mempunyai kemampuan regenerasi akar dan pucuk yang berbeda pula.  Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara setek, tanaman sumber seharusnya mempunyai sifat-sifat unggul serta tidak terserang hama atau penyakit. Selain itu, manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber atau induk juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan setek tinggi (Widiarsih et al, 2008).

            Menurut Hartmann et al (dalam Widiarsih et al, 2008), kondisi lingkungan dan status fisiologi  yang penting bagi tanaman sumber atau induk diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Status air

Setek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan setek dalam kondisi turgid.

  1. Cahaya

Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tanaman sumber tergantung pada jenis tanaman, sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat.

  1. Kandungan karbohidrat

Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan setek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi  lain yang mungkin penting untuk pengakaran, sehingga terjadi akumulasi  zat-zat tersebut pada bahan setek. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul, elemen struktural dan sebagai sumber energi.  Walaupun kandungan karbohidrat bahan setek tinggi,  tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran setek.

  1. Suhu

Suhu udara harian antara 21-27°C dengan suhu malam sekitar 15°C cukup baik untuk perakaran setek. Suhu di dalam media perlu di buat lebih tinggi di bandingkan suhu udara luar. Hal ini untuk menjaga agar transpirasi dapat di tekan, sedangkan pertumbuhan setek lebih cepat  (Ashari, 1995: 143).

            Faktor lingkungan tumbuh setek yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk.  Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regenerasi akar yaitu cukup lembab, evapotranspirasi rendah, drainase dan aerasi baik, suhu tidak terlalu dingin atau panas, tidak terkena cahaya penuh (200-100 W/m2) dan bebas dari hama atau penyakit (Widiarsih et al, 2008).

            Dari beberapa faktor-faktor tersebut Penulis menyimpulkan bahwa dalam proses penyetekkan sangat perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya, karena hal tersebut dapat mempengaruhi keberhasilan tanaman yang diperbanyaka dengan cara  setek ini.


BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1 Cara Perbanyakan Tanamana Secara Vegetatif Dengan Cara Setek

            Menurut Widiarsih et al (2008), setek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif  buatan dengan menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Dari pengertian setek tersebut maka setek dapat dikelompokkan berdasarkan bagian tubuh tumbuhan yang dapat disetek  yaitu setek akar, setek batang, dan setek daun.

            Cara perbanyakan tanamana secara vegetatif dengan cara setek cukup mudah dilakukan, karena tidak menggunakan teknik-teknik tertentu atau khusus dalam pengaplikasiannya. Berikut ini Penulis akan menjelaskan bagaiman cara memperbanyakan tanaman dengan cara setek yaitu sebagai berikut.

1. Setek Akar

Cara yang dilakukan dalam setek akar yaitu sebagai berikut: (1) ambil akar dari tanaman dengan cara dipotong. (2) pilihlah akar lateral yang akan disetek dengan diameter ± 1cm. Akar lateral yaitu  akar yang tumbuh kearah samping sejajar dengan permukaan tanah (Prastowo et al, 2006:32). (3) potonglah akar dengan panjang ± 5-10cm. (4) setelah itu tanamlah dalam tanah dengan jarak tanam 5cm.

2. Setek Batang

Dalam setek batang, cara yang dilakukan untuk memperbanyak tanaman dengan cara ini adalah sebagai berikut: (1) siapkan media tanam, yaitu lahan yang tanahnya sudah digemburkan. (2) ambil batang atau cabang tanaman induk yang tidak terlalu tua, kemudian potonglah dengan ukuran  ± 10-15cm. (3) setelah batang sudah dipotong, tanamlah batang tersebut dengan jarak tanam minimal 10cm. (4) pada saat menanam perhatikan mata tunasnya. Mata tunas menghadap keatas. (5) setelah batang sudah ditanam, kemudian siram dengan air biasa.

3. Setek Daun

Cara untuk memperbanyak tanaman dengan cara setek daun sangatlah mudah untuk dilakukan. Langkah-langkah untuk setek daun ini adalah sebagai berikut: (1) ambil beberaapa helai daun  dari tanaman yang akan diperbanyak dengan cara setek daun ini. (2) Potong daun berbentuk segitiga, setiap dipotong harus diikutkan urat daunnya. (3) Setelah itu tanamlah potongan daun yang sudah dipotong tadi, kemudian siramlah setiap hari.

            Setelah tanaman yang disetek tumbuh dan berkembang dengan baik maka proses selanjutnya yaitu persemaian tanaman. Untuk itu diperlukan tempat yang kondisinya sesuai. Pada proses persemaian lingkungan yang dibutuhkan yaitu lingkungan yang mempunyai cahaya baur atau terpencar. Dengan kelembaban udara sekitar 70-90%, dan suhu ruang antara 21-27°C.

3.2 Kekurangan Dan Kelebihan Dari Tanaman Yang Dihasilkan Dengan Cara Setek

            Perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara setek ini mempunyai banyak kelebihan yang antara lain sebagai berikut:

  1. Hasil tanaman yang diperbanyak dengan cara setek dapat menghasilkan tanaman yang sempurna dalam waktu yang relatif singkat, yaitu tanaman yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun.
  2. Tanaman dari perkembangbiakkan dengan cara setek ini mempunyai sifat yang sama dengan induknya baik sifat, jenis dan umur.
  3. Perbanyakan tanaman dengan cara setek tidak perlu menggunakan teknik-teknik khusus. Sehingga tidak rumit dan mudah untuk dipraktekkan.
  4. Biaya yang diperlukan dalam perkembangbiakkan tanaman dengan cara setek ini murah dan bahannya mudah didapat dan dijangkau.

            Selain mempunyai kelebihan tanaman dari hasil perkembangbiakkan secara setek ini juga mempunyai beberapa kerugian yang antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Perakaran yang dangkal dan tidak ada akar tunggang menjebabkan tanaman akan mudah roboh apabila diterjang angin.
  2. Pada saat musim kemarau yang panjang tanaman dapat tidak tumbuh karena pengaruh suhu yang terlalu tinggi sehingga tanaman mengalami kekeringan.

BAB 4. PENUTUP

 

4.1 Kesimpulan

            Dari penjelasan dan pembahasan mengenai perkembangbiakkan tanaman secara vegetatif dengan cara setek dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. penyetekan adalah suatu perlakuan/pemotongan beberapa bagian dari tanaman seperti akar, batang, daun dan tunas dengan maksud agar organ – organ tersebut membentuk akar yang selanjutnya menjadi tanaman baru yang sempurna dalam waktu yang relatif cepat dan sifat – sifatnya serupa dengan induknya.
  2. keuntungan utama setek adalah dapat menghasilkan tanaman yang sempurna dengan akar, batang, dan daun dalam waktu relatif singkat, serta serupa dengan induknya.
  3. kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman yaitu: status air, suhu, cahaya dan kandungan karbohidrat.

4.2 Saran

Bagi para pembaca diharapkan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman setek agar perkembangbiakkannya berlansung baik dan hasilnya maksimal, untuk itu perlu perhatian khusus dalam penerapannya.


DAFTAR PUSTAKA

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Kurniatusolihat, N. 2009. Pengaruh Bahan Stek Dan Pemupukan Terhadap Produksi Terubuk (Saccharum Edule Hasskarl). Tidak Diterbitkan. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Prastowo, Roshetko, Maurung, Nugraha, Tukan, dan Harum. 2006. Tehnik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF) & Winrock International.

Redaksi Agromedia. 2007. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman. Jakarta: PT. Aromedia Pustaka.

Widiarsih, Minarsih, Dzurrahmah, Wirawan, dan Suwarno. 2008. Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Buatan. http://willy.situshijau.co.id. [4 Desember   2012].

Wudianto, R. 1987. Membuat Setek, Cangkok dan Okulasi. Jakarta: Penebar Swadaya.